Skip to main content

Posts

Cerita ke Malang (3)

Halo halo! Lanjutin cerita sebelumnya lagi ya :D

Jadi pulang dari Bromo itu, saya mandi, istirahat, dan hablah hablah lainnya buat sore mencoba kuliner yang emang paling kepingin banget ke sana karena penasaran.

Beruntunglah sore itu bisa dapat gojek karena pas hari itu banget lagi ada demo angkot protes soal transportasi online di Malang. Dan, tempat makan yang ingin saya kunjungi itu adalah... tadaaaaa...!



Sate Landak Bu Ria. Tempat makan ini ada di daerah yang namanya Pakis dan itu cukup jauh dari Alun-Alun Malang, melewati beberapa hamparan sawah (tsaelah), ditambah bapak gojeknya juga nggak tahu tempat ini, malah di tengah-tengah perjalanan, bapaknya nanya:

"Mbak, tahu tempat ini itu dari mana? Teman?"
"Nggak Pak, saya googling aja kuliner di Malang, keluar deh Sate Landak Bu Ria, gitu hehehe"
si bapaknya geleng-geleng kepala, "Mbak... mbak... saya aja yang orang Malang nggak tahu ada tempat beginian. Lihat landak seumur hidup aja belum pernah. Hati-hati …
Recent posts

Cerita ke Malang (2)

Hai!

Melanjutkan cerita ke Malang sebelumnya ya... Jadi malam itu saya istirahat aja buat nunggu jam satu dini hari dijemput untuk ke...





Bromo! Inilah tujuan utama saya buat ke Malang. Berhubung jalan-jalannya sendiri, saya ikut paket travel yang open trip, bersama empat orang lainnya dan satu mas-mas tour guide (sebut saja namanya Mas Papang).

Tapi, ya ini garing-nya traveling sendiri kali ya... nggak ada teman jalan aja gitu, haha. Karena teman-teman seperjalanan dua orang adalah sahabat, dua lagi mahasiswa/i yang pacaran, jadi ya saya juga nggak bisa ngintilin ke mana-mana.

Perjalanan ditempuh satu setengah jam dari Malang, berangkat pukul satu dini hari pakai mobil jeep. Di tengah-tengah perjalanan, sempat berhenti dan diperlihatkan Milky Way di atas langit sana dan rasanya... haaaaah~~undescribable dan nggak bisa diabadikan sama kamera ponsel. Untuk itulah Tuhan memberikan kita memori, buat mengingat apa yang tidak mudah ditangkap lensa kamera *tsaelah, kontemplatifnya kumat*

Pem…

Cerita ke Malang (1)

Kali ini saya mau cerita tentang liburan yang baru-baru ini saya jalanin. Yap, pilihan kotanya adalah Malang. Kenapa Malang? Nggak tahu juga. Mungkin karena belum pernah sama sekali ke sana, dengar atau baca atau nonton tentang wisata-wisata di Malang, terus jadi kepengen.

Sebenarnya liburan ini direncanakan pas Juli kemarin habis Lebaran, bareng teman kuliah saya (sebut saja namanya Dani), tapi batal karena suatu hal, terus susah lagi cari waktu buat cuti bareng sedangkan masa cuti saya sudah mau habis, jadilah diputuskan saya liburan sendiri akhir September kemarin. Berhubung rasanya udah jenuh maksimal, baik di kantor maupun rumah, jadi tahu-tahu suatu siang habis gajian, belilah tiket kereta. Karena kalau nggak gitu, mungkin akhirnya nggak jadi-jadi juga, ha!

Sempat was-was juga, karena dekat-dekat hari H, saya malah sakit. Flu berat sama sakit mata (bok! mata), tapi pada akhirnya datang jugalah hari itu dan berangsur saya pun sembuh, fuh!

Saya berangkat naik kereta pukul 15.45 da…

Bad Genius

Kali ini giliran film Thailand yang saya share di sini berjudul Bad Genius. Sejauh ini di film tahun 2017, inilah film yang paling saya suka. Keren banget banget banget pokoknya. Bagi saya, film ini kayak nggak ada cacatnya *haish berasa siapa. Tapi memang benar, dari alur ceritanya, tokoh-tokohnya, cara visualisasi perasaannya, dan pasti pesan kesan yang didapat dari menonton film ini semuanya paket lengkap bagi saya.

Bercerita tentang empat orang anak SMA, bernama Lynn, Grace, Pat, dan Bank yang bersahabat. Mungkin yang murni sahabatan bisa dibilang hanya Lynn dan Grace, kalau yang lainnya berteman karena ada kepentingan pribadi di baliknya.



Lynn adalah seorang siswi teladan dapat beasiswa penuh juga untuk bersekolah di SMA yang bisa dibilang sekolah favorit di Thailand. Awalnya, Lynn bermaksud membantu Grace untuk bisa mendapatkan nilai di rapor yang memenuhi syarat agar Grace bisa ikut ekskul drama, tapi berujung bertemu Pat yang memiliki ide 'bisnis' dari kejeniusan Lynn.

Toilet: Ek Prem Katha

Film berikutnya yang mau saya share adalah Toilet: Ek Prem Katha.
Sebelumnya, film-film yang baru-baru ini saya tonton, memang rerata kalau nggak film Indonesia, adalah film-film yang bukan tergolong box office. Karena belakangan film-film yang tayang kalau nggak tentang superhero, kebanyakan horror, dan dua genre film itu nggak terlalu saya suka, buat horror sih emang nggak pernah berani nonton kecuali kejebak, haha!

Ok, setelah googling apa itu artinya Ek Prem Katha, tenyata translasinya adalah A Love Story.

Ya begitulah. Saya juga bukan penggemar film india sih (baca sinetron india di salah satu stasiun TV itu ya) yang merupakan kegemaran ibu saya #ea #curhat
Beberapa film India yang tayang di bioskop banyak juga yang bagus-bagus dan nggak se-cheesy sinetronnya.



Toilet: Ek Prem Katha bercerita tentang asmara antara Keshav dan Jaya. Ya klise, awalnya Keshav suka sama Jaya itu lewat cinta pandangan pertama pas Jaya nggak sabar antre di toilet kereta yang sebelumnya diisi oleh Keshav.

Kegemaran Masyarakat Indonesia akan Basa-Basi dan Susahnya Asertif

Postingan berikut akan sangat kental dengan curhatan dan common sense tanpa banyak research sana-sini ya, jadi... jangan pada protes, haha!

Judulnya panjang ya? Tapi ya itulah yang ingin saya utarain di sini, tentang kebiasaan kita untuk berbasa-basi dan susahnya asertif (lagi pula apa itu asertif, huh?)

Curhatan ini bermula dari kejadian yang masih segeeer banget kayak ikan baru ditangkap sama nelayan dari laut. Tentang saya yang dikritik sama senior di kantor mengenai kemampuan saya buat berbasa-basi yang payah sekali. Senior di sini jangan dikira hanya setahun-dua tahun-tiga tahun di atas saya ya, tapi jauh di atas sana :p

Ok, sederhana kok... hanya karena saya yang tidak menawarkan jajanan yang saya beli pada para senior (generasi baby boomers) di ruangan saya. Apakah jajanan itu? Lumpia basah seharga lima ribu rupiah berbungkus daun pisang dibungkus lagi dengan plastik dan dilengkapi sumpit sebagai alat makan.

Kenapa saya tidak menawarkan?
1. Senior saya sedang berpuasa pada hari…

In This Corner of The World

Halo semua!

Postingan kali ini (dan harapannya beberapa lagi ke depan) saya mau share tentang film-film yang akhir-akhir ini saya tonton. Kita mulai dengan yang satu ini ya, judulnya In This Corner of the World, ini film anime Jepang, saya tonton waktu bulan puasa kemarin itu.




Film ini ceritanya sederhana banget, tentang kehidupan seorang perempuan bernama Suzu yang karakternya periang, lugu, cenderung 'polos' dalam memandang hidup, hobi gambar, dan kayaknya senang belajar hal-hal baru. Yang bikin nggak biasa adalah latar belakang film ini saat Jepang di era Perang Dunia II.

Suzu yang berusia 18 tahun harus menikah sama laki-laki bernama Shusaku yang sama sekali nggak dikenalnya, tapi diceritakan kalau Shukaku pernah lihat Suzu dan langsung naksirlah doi.
Dalam film ini, terlihat banget metamorfosis seorang perempuan, Suzu yang masih senang main-main, akhirnya menikah, pindah ke kota lain, jalanin tugasnya sebagai istri, belum lagi kondisi perang pada saat itu. Kondisi perang …