Saturday, December 31, 2011

Happiest Moment

Ketika pergi ke pantai bersama Ayah, bermain ombak yang menggulung dan mendekati kami, bermain kejar-kejaran.
Bisa kurasakan buih-buih ombak menderaku, saat itu pula Ayah mengangkatku.
Dia mengayun-ayunkanku hingga aku membentangkan kedua lenganku.
maju-mundur-maju-mundur, merasakan angin di sela-sela jariku
swing...swing... enak sekali

Kau tahu sensasinya?
Seperti akan dihempaskan ke luasnya lautan
tapi... itu tidak akan
aku tahu, aku aman bersama Ayah.

281211 totally swinging fantasy
enjor your new years eve :), see you next year

Friday, December 30, 2011

pessyu...!

suatu hari, di akhir pertemuan antara kupu-kupu hijau dan siluman kepik,
si kupu-kupu bilang,

"janji ya pik, kalo aku udah bisa terbang ke Korea, dan kita nggak ketemu lagi, kamu harus inget aku dan kamu harus tetep bersahabat"
apa jawabmu, pik?


Pertama kali aku bertemu sama kamu, celetukku: jutek amat sih!
dan seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya, aku malah berteman dengan orang yang awalnya kurasanin... :p

Kamu, seorang teman dengan mimpi besar pergi ke negeri ginseng itu
aku hanya bisa tersenyum sambil menggeleng
eits! jangan dulu mengira itu tidak mungkin

Aku kagum, kagum dengan kamu yang punya mimpi itu
dan yang membuatku lebih kagum lagi, kamu selalu usahakan mimpimu itu
lagi, lagi, lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi

Kadang, kamu capek, kadang kamu kesal, kadang kamu merasa tidak adil
tapi, katanya doa terbaik memang antara ragu dan yakin


Tetap berdoa setiap kamu akan bermimpi, minta mimpi yang indah ke negeri itu
sebelum akan mimpi, manfaatkan harimu baik-baik
dan pada saatnya, kamu akan bangun dan benar-benar ada di Korea
kalau sudah begitu... kamu jangan lupa kasih aku oleh-oleh :D

dan siluman kepik pun menjawab
pessyu! ya, tentu saja kup... kita akan terus bersahabat
:)




Thursday, December 22, 2011

Ya-Ya Sisterhood

Divine Secrets of the Ya-Ya Sisterhood adalah salah satu film favorit saya, cocok nih buat ditonton di hari ibu begini...

Cerita dibuka dengan wawancara reporter terhadap Sidda, seorang playwright. Dalam wawancara itu, si reporter bertanya tentang peran ibu pada karir Sidda dan di situlah Sidda ngomong yang kurang lebih begini "saya berterima kasih sama ibu saya, kalau masa kecil saya bahagia, pasti saya nggak punya bahan cerita saat ini"
Jreeengggg, paginya artikel wawancara itu beredar dan gonjang-ganjinglah hubungan ibu-anak ini (Vivi-Sidda)
Vivi punya karakter seorang ibu yang esentrik dengan masa lalu yang ngenes. Nah, untuk meredakan hubungan ibu anak ini, turun tanganlah gang-geng-gong-nya Vivi yang udah berteman dari kecil (Teensy, Caro, dan Necie) yaitu Ya-Ya Sisterhood.

Alur filmnya bolak-balik (fotokopiaaan kali bolak-balik), maju-mundur, maksudnya... mulai dari ritual Ya-Ya Sisterhood, cerita masa muda Vivi, masa kecil Sidda, dll. Rekomen, buat bahan renungan, nggak cuma tentang hubungan ibu-anak, ya hubungan ortu-anak pada umumnya-lah. Selamat mencari, selamat menonton! :) YA YAAA...!

(imdb.com)


Sidda: Daddy, did you get loved enough?
Shep: What's enough? my question is, did you?

Wednesday, December 21, 2011

moeder

menjadi anak dari ibu seperti ibu memang nggak mudah

seharusnya, aku senang punya ibu yang tutur katanya halus dan lembut seperti ibu, tapi entah kenapa hal itu sering buatku nggak sabaran
seharusnya, aku bersyukur punya ibu yang nggak menuntut aku untuk cepat-cepat lulus, bahkan bertanya kapan lulus?-pun hampir nggak pernah, tapi hal itu yang sering kali membuatku merasa bersalah sama ibu...

ibu tahu, tidak?
kadang aku kesal setiap membangunkanmu yang ketiduran gara-gara nonton sinetron-sinetron itu
kadang aku kesal campur sedih setiap melihat wajah ibu yang kecewa kalau aku harus nginap di Jatinangor dan ditambah dengan kata-kata ibu "ibu sendirian, dong?"
kadang aku sebal setiap orang-orang bilang
is, temenin ibu ya.
is, ntar kalo lanjut S2 di luar, ibu diajak, ya.
is, kalo kamu di jatinangor, ibu sama siapa?

bukan, bu... bukan aku ingin mengabaikanmu, tapi... boleh kan, aku mengejar mimpi dalam hidupku?

Bu, akhir-akhir ini aku sering bertanya sama ibu 'Kok ibu kecil, ya?' (ya entah juga aku yang tambah lebar kan, ya? :p)
Perlu usaha besar untuk menahan nggak sabarannya aku setiap menghabiskan waktu sama ibu
Aku hanya ingin menfaatkan itu sebaik mungkin, bu...

Bu, ibu satu-satunya orang tua yang sekarang aku punya
Nggak ada yang aku harapkan untuk ibu, selain sehat sehat sehat dan bahagia, tentunya...
Semoga kita bertiga bisa saling menguatkan ya, Bu!

mudah-mudahan juga, aku dan Mbak Asih bisa jauuuuhhhh lebih sabar dan sayang sama ibu :)

Selamat hari Ibu, ibuku...




Sunday, December 18, 2011

recently

ada saatnya seseorang butuh waktunya sendiri, untuk bisa berpikir tenang, untuk nggak ikut 'rusuh', dan pada akhirnya bisa berpikir lebih jernih...
tapi, di saat kita butuh waktu 'sendiri' itu, orang-orang sekitar mulai bertanya dimana sih dia? dia itu kenapa, ada apa? karena banyak yang bertanya, akhirnya si dia memutuskan untuk menutup segala jalur komunikasi.
terkadang, orang sekitar masih berusaha untuk mencari, lama-lama kesal.
dan di saat seseorang sudah siap untuk berinteraksi dengan orang sekitarnya lagi, justru orang-orang di sekitar itu yang katakanlah... 'ngambek', intinya sih orang-orang itu saling mengangeni...

ada juga, kita sebagai manusia, ingin sekali membantu orang lain, entah itu orang asing atau memang teman, bahkan keluarga. tapi.... kadang orang lain yang segan atau malu atau takut atau rikuh untuk menerima bantuan. kalau sudah begitu... bagaimana?

seseorang kalau sudah lama hidup dimanja, hidup serba ada, dan penyedia fasilitas-fasilitas itu sudah pergi, rasanya seperti kehilangan arah... rasanya tubuh sudah terlalu bermanja untuk menerima segala sesuatunya dengan segera dan tanpa usaha besar... sebagian orang ingat, sebagian tidak ingat kata-katanya sendiri (untuk selalu menjaga, untuk akan selalu ada bila diperlukan). kadang, orang-orang yang memegang janjinya itu, seperti penerus untuk menjadi fasilitator dari segala keinginan, padahal... orang harus belajar mandiri, walau bukan berarti hidup sendiri

ada kalanya orang-orang terlalu responsif, padahal nggak semuanya perlu direspons

recently on my mind
181211

Wednesday, December 14, 2011

canggung

bukan momen yang terlalu berkesan, sedikit canggung malah, padahal kau ibuku dan aku anakmu. tapi, aku yakin satu hari momen ini akan terkenang dan berharap bisa terulang

Tuesday, November 15, 2011

sepemaknaan

Hari ini saya duduk di depan gerbang kampus orang, menunggu seseorang buat bertemu. Di sela waktu menunggu, ada pemandangan yang membuat saya tersenyum sekaligus berkaca-kaca.
Ada pengendara motor dengan orang yang diboncengnya. Si pengendara motor seorang bapak-bapak, dan yang diboncengnya seorang mahasiswi yang kuliah di kampus itu (mungkin).
Bapak-bapak itu ya sepemaknaan saya ya bapaknya si mahasiswi, dan si mahasiswi itu ya berarti anaknya si bapak itu.

Si anak turun dari motor, ngasihin helm ke bapaknya. Terus si anak ciumin tangan si bapak. Si bapak ciumin kening si anak. Terus si bapak ngajakin anaknya buat tossan (tahu, kan? give me five itu, lho!). Tapi, si anak masih ribet buat ngerapiin tas ranselnya, terus menyambut tossan sang bapak.

Hhhhhh~ dan saya tersenyum sambil menghirup udara pagi lebih banyak dan nahan air mata buat jatuh.
Malu kalik di kampus orang, sendirian, dikira anak ilang ntar :p

tapi... saya bersyukur kok, itu momen yang membahagiakan :)